Showing posts with label song Lam Nghe an. Show all posts
Showing posts with label song Lam Nghe an. Show all posts

Wednesday, April 13, 2011

Sriwijaya vs Song Lam Nghe an = 3-1 , Wongkito Menang Dengan 10 Pemain



Sriwijaya fc sukses menekuk tamunya song lam nhe an 3-1.Kayamba membawa SFC unggul melalui tendangan bebasnya di menit 12. Adapun jalannya pertandingan,sejak kick off Sriwijaya FC terus menekan, beberapa peluang didapatkan namun gagal. Memasuki menit ke-12, Budi Sudarsono mencoba membangun serangan dengan menusuk pertahanan lawan, namun diganjal pemain belakang Song Lam, Duc Thang dan wasit memberikan tendangan bebas untuk tuan rumah. Kayamba yang mengambil bola melakukan tembakan keras melewati pemain belakang untuk membobol gawang Song Lam. Bola bergulir ke sisi kiri gawang dan gagal ditahan kiper Duc Thang. Kedudukan 1-0 untuk SFC. SFC terus menekan, namun di menit 33 sempat kecolongan ketika Diano terjatuh dan cedera, sehingga tidak bisa membendung gerakan striker Ngoc An yang membawa bola dari tengah lapangan memasuki eral penalti. Bobby pun terpaksa mengganjal pemain lawan, dan kartu merah diberikan wasit kepada Bobby karena melanggar striker Song Lam, Ngoc An. Ia diganjar kartu merah oleh wasit di menit ke-33, karena dianggap menggagalkan peluang matang karena Anh sudah masuk kotak penalti dan nyaris mencetak gol. SFC pun bermain dengan 10 pemain. Diano yang cedera pinggang akhirnya ditarik keluar digantikan Ivan Kolev. Ridwan ditempatkan disisi bek center, karena SFC hanya bermain dengan 10 pemain. Kolev kembali menarik gelandang Oktovianus Maniani digantikan Ahmad Jufriyanto untuk memperkuat pertahanan. Kedua tim saling menyerang, namun SFC lebih mendominasi, sayang tidak ada gol tercipta, kedudukan 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua permainan tetap dikendalikan SFC, Que Manh menerima kartu kuning karena melanggar Supardi. Kemudian Binh juga menerima kartu kuning karena tiba-tiba masuk lapangan tanpa persetujuan wasit, dan Hoang Tinh juga menerima kartu kuning karena melanggar Ponaryo. Binh akhir masuk lapangan menggantikan Than Dat. Pergantian pemain berjalan sukses, Song Lam bermain menekan dan pada menit ke-56 Nguyen Chong Man sukses membobol gawang Ferry melalui skema serangan balik. Permainan berlangsung keras dan Ahmad Jufriyanto menerima kartu kuning usai menekel penyerang Song Lam. Sementara serang terus dikendalikan SFC beberapa kali Budi ataupun Kayamba gagal menyelesaikan peluang di depan gawang lawan. Memasuki menit ke-75 hans ball dilakukan pemain belakang tim tamu dan wasit memberikan tendangan bebas. Ponaryo kemudian memberikan krosing yang disambar Thierry membobol gawang Song Lam. Kedudukan 2-1 tak bertahan lama, melalui serang balik Ponaryo memberikan krosing kepada Budi yang dengan dingin menundukkan Duc Thang. Kebobolan dua gol dalam dua menit membuat Song Lam menarik kiper Duc Thang digantikan Nguyen Manh. kedudukan bertahan hingga usai

Tuesday, April 12, 2011

Lawan Sriwijaya, Song Lam Andalkan Pemain Cadangan


Song Lam Nghe An bakal menurunkan sebagian besar pemain lapis kedua saat menghadapi Sriwijaya FC dalam matchday ketiga Grup F Piala AFC 2011 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu [13/4].

Pelatih Song Lam Nguyen Huu Than sering menerapkan kebijakan ini bila berlaga di Piala AFC 2011. Bahkan, untuk pertandingan melawan Sriwijaya FC, Song Lam hanya membawa 15 pemain. Hanya satu pemain asing yang dibawa ke Palembang, yakni bek Thierry Ngale Jiemon.

Sedangkan pemain lokal yang menjadi pilar yang dibawa ke Palembang, diantaranya bek Au Van Hoan dan striker Nguyen Ngoc Anh. Hal ini disebabkan Song Lam lebih fokus di Liga Utama Vietnam.

“Sriwijaya adalah tim kuat di Indonesia. Mereka akan jauh lebih sulit dihadapi dibandingkan VB Sports [Maladewa]. Situasi ini memaksa kami tetap memakai pemain lapis kedua, karena pemain pilar diistirahatkan untuk menjalani V-League,” ungkap Huu Than dilansir laman Bongda Plus.

Kendati membawa jumlah pemain terbatas, dan mayoritas berusia muda, Huu Than tetap optimistis bisa mencuri poin di kandang Sriwijaya FC. Song Lam saat ini berada di peringkat kedua dengan nilai tiga, berselisih satu poin dengan Sriwijaya FC yang menempati puncak klasemen.

“Ini sangat sulit, dan kami harus berhati-hati dalam mengkalkulasi pembagian pemain. Tim ini banyak dihunia pemain muda, dan mereka selalu lapar untuk memperlihatkan kemampuan terbaik,” kata Huu Than.

“Lagipula, masih ada pemain pilar seperti Ngoc Anh, Van Hoan, dan Thierry. Mereka akan menjadi penyeimbang di tim ini. Walau begitu, kami siap memberi tekanan. Bila kami mendapatkan satu poin, maka itu sudah dianggap sukses.”

Sriwijaya vs Song Lam Nghe an : UJIAN KONSISTENSI


Sriwijaya FC (SFC) memiliki target melaju hingga semifinal Piala AFC 2011. Kini, pasukan Laskar Wong Kitomemuncaki Grup F. Tapi, posisi Keith Jerome ’Kayamba’ Gumbs belum aman untuk melaju ke babak 16 besar.

SFC pun tak ada pilihan lain selain menang sore ini. Semua hukumnya wajib saat menjamu wakil Vietnam Song Lam Nghe An dalam matchdayketiga Piala AFC 2011 di Stadion Gelora Sriwijaya (SGS) Jakabaring, Palembang. Pengalaman kemenangan di markas TSW Pegasus pada laga sebelum ini harus dilupakan.Sebab, SFC punya catatan tak bagus kala menghadapi VB Sports di Jakabaring pada pertandingan pertama Piala AFC musim ini.

Ya,SFC hanya bermain imbang dengan klub kuda hitam asal Maladewa itu.Bahkan, Laskar Wong Kitojuga tertinggal lebih dulu pada partai itu.Pengalaman ini jadi pegangan penting jika tak ingin SFC terjerumus dalam kondisi sama.Konsistensi Kayamba dkk pun diuji. Sekarang dengan persiapan yang lebih matang,Ivan Venkov Kolev yakin anak asuhnya dapat mengatasi permainan ngotot Song Lam.Namun,pria asal Bulgaria itu juga harus melihat catatan atas performa terakhir Song Lam yang kini memuncaki VLeague atau Liga Vietnam.

”Kami telah melakukan persiapan matang untuk pertandingan ini.Saya tahu Song Lam datang dengan misi untuk menang atau minimal curi poin.Saya juga dengar kalau mereka selalu tampil menyerang dengan pemain yang memiliki semangat juang tinggi,”kata Kolev. Sejumlah pilar SFC memiliki pengalaman di ajang serupa edisi 2010 dan pernah merasakan bertemu klub Vietnam.

Kayamba salah satu pemain yang merasakan laga kontra Becamex Binh Duong,wakil Vietnam musim lalu, mengatakan karakter keras adalah ciri khas tim Negeri Paman Ho Chi Minh. ”Berdasarkan pengalaman 2010 lalu saat SFC bertemu Binh Duong,mereka memang tidak terlalu bermain keras saat di kandang lawan.Tapi,saat kami bertandang,mereka bermain habis-habisan seperti menghadapi dua tim yang berbeda,”cetus striker berusia 38 tahun itu.

Optimisme SFC kini boleh lebih berlipat. Sebab,lini tengah komplet.Firman Utina, Ponaryo Astaman,Oktovianus ‘Okto’ Maniani,dan M Ridwan siap tampil lagi setelah bebas dari cedera mereka. Belum lagi kehadiran kiper utama Ferry Rutinsulu yang sebelumnya diragukan tampil lantaran sudah dua kali menerima kartu kuning.Tapi,Match Commisioner AFC Savkin bin Sarkawi yang hadir dalam konferensi pers kemarin memberi kabar lain.

Menurut dia,dari surat pemberitahuan yang dikeluarkan AFC,hanya disebutkan satu pemain SFC yang tidak bisa tampil akibat akumulasi kartu kuning.Pemain ini adalah Rendy Siregar,sedangkan nama Ferry tidak ada.”Saya juga tidak tahu apa alasannya,tapi yang pasti Ferry bisa dimainkan,”ujar Sarkawi. Kembalinya empat pemain plus Ferry, membuat Kolev bisa memaksimalkan lini depannya untuk hanya fokus mencetak gol.

Atau,SFC bisa memaksimalkan second line dengan mendorong Okto dan Arif Suyono jadi penyelesai akhir saat Kayamba hadi perusak pertahanan lawan. Menempatkan Kayamba sebagai striker tunggal kemungkinan dipakai Kolev. Namun,pemain asal St Kitt Nevis itu dibantu duo Okto dan Arif di belakangnya. Tugas Firman pun semakin ringan. Sementara itu,Pelatih Song Lam Nguyen Huu Thang mengatakan timnya akan berusaha mengimbangi permainan SFC.

Meski tidak begitu mengenal karakter permainan klub-klub asal Indonesia,dia menyebut kalau SFC merupakan salah satu tim besar di negeri ini. ”SFC adalah tim besar dan salah satu yang terhebat di Indonesia.Namun,kami akan berusaha bermain baik dan mencuri satu poin di sini.Kami juga mengincar kemenangan.Soal peluang,kami dengan tuan rumah,saya rasa perbandingannya 50:50,”tandas Huu Thang. ●yopie cipta raharja

Monday, April 11, 2011

Sriwijaya FC vs Song Lam Nghe An : Kerja Keras The Rising Star


Pertemuan Sriwijaya FC versus Song Lam Nghe An pada lanjutan fase grup Asian Football Confederation (AFC) Cup, di Stadion Gelora Jakabaring Rabu (13/4) akan berlangsung seru dan menarik. Pasalnya, ini duel perdana bagi kedua tim, dan harus saling membunuh demi menjaga peluang lolos ke babak 16 besar.

Pertemuan ini juga menjadi adu skill para pemain andalan kedua tim terutama pertarungan di lini tengah. Dua sosok muda yang akan bertarung habis-habisan membuktikan diri sebagai the rising star. Pemain muda yang tengah bersinar itu, Maranando Mahadirga Lasut (SFC) dan Trong Hoang Nguyen (Song Lam).

Keduanya akan menjadi simbol pertarungan dua negara dan klub serta berperan menentukan nasib klub masing-masing. Seperti diketahui, musim ini Dirga Lasut terus bersinar terang di ajang Liga Super Indonesia (LSI). Talentanya begitu menawan sehingga membuatnya dipanggil masuk Timnas U-23, bahkan masuk daftar tunggu Timnas senior pada perhelatan Asian Football Confederation (AFF) 2010. Tentunya Dirga sangat diandalkan di lini tengah saat SFC menjamu Song Lam.

Dirga merupakan salah satu pemain andalan pelatih Ivan Kolev. Dia akan membantu seniornya Firman Utina yang sudah kembali pulih. Perannya sangat sentral ketika berduet dengan Ponaryo Astaman yang sejak beberapa pertandingan terakhir menjadi pemutus sekaligus perancang serangan SFC. Dalam laga play off nanti, pemain asal Manado ini akan mati-matian mempertahankan konsistensi lini tengah tuan rumah. Terutama menjaga pergerakan Hoang gelandang pengatur serangan yang kerap maju ke depan untuk menyerang.

Seperti halnya Dirga, pemain binaan Song Lam ini juga disebut-sebut sebagai the rising star di negaranya Vietnam, karena usia yang relatif belia, tetapi sudah menjadi bagian dari Timnas senior dan menjadi andalan di Timnas U-23 Vietnam. Bersama klubnya Hoang tampil apik dan sudah 2 gol di Liga Primer Vietnam. Untuk itu, kedua pemain ini akan saling “membunuh” dan mematikan pergerakan masing-masing. Mereka akan saling beradu skill dan adu cerdas untuk membawa hasil terbaik bagi klub masing-masing.

Pelatih Ivan Kolev pun mengisyaratkan, kembali menurunkan Dirga dan dipastikan berduet dengan Ponaryo Astaman dan Firman Utina untuk memutus sekaligus merancang serangan.”Pemain dalam kondisi kelelahan, termasuk Ponaryo dan Dirga, serta Firman, saya mengandalkan ketiganya karena tidak ingin mengurangi kualitas permainan,” ujar Kolev.

Pelatih asal Bulgaria ini menegaskan, mereka akan berhadapan dengan tim berkualitas dan berpengalaman di ajang LCA. Namun, dia optimis bisa bermain maksimal seperti ketika menghadapi TSW Pegasus.

“Pemain dalam kondisi baik, mereka dalam spirit tinggi, meski recovery cukup singkat, tetapi kami memiliki waktu dua hari untuk mempersiapkan semuanya,” ujar Kolev.

Hitung Kekuatan Pelatih Ivan Kolev, selalu fokus dalam setiap pertandingan Laskar Wong Kito. Menurut dia, Song Lam adalah tim berkualitas, meski tim ini sempat kalah lawan TSW Pegasus di laga pertama dengan skor 1-2, tetapi pada laga berikutnya lawan VB Sports, klub asal Vitenam ini menang telak dengan skor 3-1.”Tentunya saya mempelajari kekuatan tim lawan, meski secara khusus saya belum tahu pasti tentang kekuatan lawan. Yang jelas kami selalu fokus dan bekerja keras dalam setiap pertandingan serta mencari menang,” jelasnya.

Seperti diketahui, Song Lam yang berada di Grup F hanya terpaut satu poin dengan SFC yang kini menjadi pemuncak klasemen. Pertarungan lawan Song Lam adalah penentuan lolos atau tidaknya SFC. Sebab setelah itu akan melawan TSW Pegasus dan kemudian lawan VB Sport.

Menurut Kolev, Song Lam memiliki barisan tengah dan depan yang sangat agresif gelandang Hoang Tihn Nguyen, Hong Viet Nguyen, Ngoc Anh Nguyen yang masing-masing sudah mencetak satu gol di ajang AFC Cup. Sementara lini depan ada dua striker asal Jamaica A Fagan dan K Briyan yang menjadi amunisi lini depan. Sedangkan di ajang Liga Utama Vietnam, Song Lam kini menjadi pemuncak klasemen dari 10 kali pertandingan.”Gol-gol mereka selalu terjadi di menit-menit awal dan akhir menandakan mereka sangat gigih sepanjang pertandingan,” jelasnya.

Sriwijaya Harus Waspadai Gol Menit Akhir SLNA


Sriwijaya FC akan menghadapi klub asal Vietnam, Song Lam Nghe An (SLNA), di penyisihan Grup F AFC Cup, Rabu 13 April 2011 besok. Satu hal yang harus diwaspadai Laskar Wong Kito dari SLNA adalah kemampuan mereka mencetak gol di menit akhir pertandingan.

Hal ini jadi kunci kemenangan SLNA di dua pertandingan mereka di Liga Vietnam. Yakni saat bertandang ke markas NB Sai Gon pada 31 Maret lalu. Saat itu, klub yang berdiri di tahun 1979 ini mencetak gol kemenangan 1-0 di masa injury time babak kedua.

Kemenangan itu kembali berulang saat meladeni Ninh Binh pada 9 April lalu. SLNA mencetak gol kemenangan 1-0 di menit 88 lewat Helio. Dua kemenangan ini ditambah satu hasil imbang, membuat SLNA bertahan sebagai pemuncak klasemen sementara di Liga Vietnam.

"Kita tahu klub ini (SLNA) tim yang kuat. Pemain lokal mereka juga berkualitas dan mereka menang pada laga tandang terakhir mereka," ujar pelatih Sriwijaya Ivan Kolev beberapa hari sebelum pertandingan seperti dikutip dari situs resmi klub.

"Waspada dan kerja keras menghadapi tim ini," tambah mantan pelatih Bulgaria U-20 itu.

Anak asuh Kolev juga berada dalam kondisi positif setelah menekuk Persisam Samarinda 3-1 di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang. Tampil sebagai pemain terbaik dalam pertandingan itu adalah pemain asal Korea Selatan, Lim Joon Sik.

Laskar Wing Kito dan SLNA saat ini bersaing di puncak klasemen Grup F. Sriwijaya tampil sebagai pemuncak grup dengan poin empat dari dua pertandingan. SLNA berada satu strip di bawah Sriwijaya dengan tiga poin dari dua laga.

Sunday, April 10, 2011

Jamu Song Lam Nghe An , SFC Berharap Energi Fauzal


Sriwijaya FC bisa krisis penjaga gawang saat jamu Song Lam Nghe An (Vietnam), pada piala AFC Cup Rabu (13/4) nanti. Pasalnya, tim double winner 2007 itu sudah dipastikan kehilangan kiper utamanya, Ferry Rotinsulu akibat akumulasi kartu kuning.

Dua kartu tersebut harus diterima pemain asal Palu, Sulawesi itu, saat melawan Al-Ain (19/2) pada laga playoff Liga Champion Asia (LCA) dan TSW Pegasus pada laga lanjutan AFC Cup (15/) lalu.
Lebih gawat lagi Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) terancam kehilangan kiper kedua Fauzal Mubaraq. Mengingat, Mubaraq juga dalam kondisi belum maksimal. Mantan pemain Persela Lamongan itu baru saja sembuh dari sakit. Otomatis, kondisinya belum seratus persen.
”Ya, Fauzal saat lawan Persisam (9/4) sengaja tidak kami masukan line up. Karena, dia (Fauzal Red) masih belum sembuh total. Saya tidak tahu sakit apa. Katanya tidak bisa duduk,” ungkap pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev.
Praktis, dengan kondisi itu, tim juara double winner 2007 itu tinggal menyisakan Andi Irawan. Sehingga, ini bakal menjadi momok bagi Sriwijaya FC. Sebab, Andi Irawan sendiri merupakan kiper junior yang notabenya masih minim pengalaman.
Pemain yang direkrut dari SFC U-21 itu sejauh ini belum pernah diturunkan pada laga resmi. Baik, Indonesia Super League (ISL), atau AFC Cup. Otomatis, ini bakal menjadi kabar buruk bagi Sriwijaya.
Nah, melihat kondisi itu, coach Ivan Kolev berharap, kiper lapis dua, Fauzal Mubaraq bisa segera sembuh. Mengingat, pemain asal Pekanbaru, Riau itu merupakan satu-satunya andalan Sriwijaya.
”Kami berharap, Fauzal bisa segera sembuh dan bisa menjalani persiapan secara maksimal. Sehingga, kami masih mempunyai penggati Ferry. Tapi, kalau tidak sembuh saya akan mencoba maksimalkan kiper yang ada. Bisa jadi, pelatih kiper Indrayadi juga kami persiapkan,” selorohnya.
Sementara, menurut Fauzal Mubaraq, dirinya sudah siap tempur lawan Song Lam Nghe An nanti. Menurutnya, kondisi kesehatanya sudah tidak ada masalah lagi. "Saya sebelumnya mengikuti saran dokter. Selama dua hari tidak boleh menjalani latihan. Dan hari ini (kemarin, red) saya sudah kembali latihan, dan siap bermain nanti," ucap Fauzal. (mg43)

Profil
Nama: Fauzal Mubaraq
TTL : Pulau Kijang, Tembilahan, 6 Januari 1984
Istri : Rezi Enggri
Anak : Zahirah Zi Mubaraq
Karier :
Persiks Kuantan Sengingi (1999)
PSPS (2003-2006)
Persela (2007-2010)
Sriwijaya FC (2010-sekarang)